Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Di jodohkan eps 2

 "Aduh Mala, gimana nih? Gue nggak mau kena hukuman lagi! Apalagi ketos bilang kalau kita telat lagi, hukumannya bakal lebih parah. Ahh, nggak mauuuu!" teriak Adara, panik.


"WOY, SIAPA DI SANA?!"


"Ah, suara lo Devi kayak toa! Gimana nih, pasti OSIS yang dateng. Gue mau cabut, nggak mau kena hukuman!" jawab Haura sambil menarik tangan Mala.


"Eh, guys, tungguin kita!" seru Devi dan Vio yang berusaha ikut kabur, namun langkah mereka terhenti ketika berhadapan dengan anggota OSIS.


"Mau kemana kalian?" tanya Afan, dengan nada serius.


"Hehe, ada kakak-kakak ganteng dan imut nih. Kita mau masuk, kan Vio?" jawab Devi sambil tersenyum lebar, memamerkan gigi rapinya.


"Kalian telat, jadi harus dihukum dulu sebelum masuk," jawab Rakha, ketua OSIS, dengan wajah datar.


"Ehh, Rakha, tadi gue lihat ada dua anak manjat dari sini," lapor Zayyan sambil menunjuk pagar belakang.


"Baiklah, Afan, lo sama Eby urus dua anak ini. Gue sama Zayyan mau kejar yang lari," perintah Rakha tegas.


"Ayo kalian ikut kita," kata Eby, mengisyaratkan Devi dan Vio untuk mengikuti.


Sementara itu, Mala dan Haura berhasil memanjat pagar dan berlari menuju kelas masing-masing. Namun, langkah mereka terhenti oleh insiden kecil.


"Aduh, Mal, tolongin gue!" suara Haura terdengar pelan, ia terjatuh dan kakinya terkilir.


"Ya ampun, Haura! Kaki lo terkilir, pasti sakit banget! Gimana larinya? OSIS udah ada di belakang kita!" Mala mulai panik.


"Udah, Mal, lo lari aja. Gue nggak apa-apa, sesekali tertangkap juga gapapa. Tapi lo lari aja, gue tahu lo paling anti kena hukuman."


"Nggak bisa, Hau. Gue nggak akan ninggalin lo. Ayo, kita kabur, gue tahu tempat sembunyi yang mereka nggak bakal tau."


"WOY! MAU PERGI KEMANA KALIAN?!"


"Gimana, Rakha? Kita kehilangan jejak mereka," kata Zayyan sambil memutar kepalanya, mencari-cari.


"Pasti mereka masih di sekitar sini. Salah satu dari mereka kan terluka," jawab Rakha dengan penuh keyakinan.


"Mungkin mereka ke UKS?" Zayyan menebak, mencoba mencari solusi.


Sementara itu, Mala dan Haura sudah berhasil mencapai kelas mereka. Ternyata mereka bersembunyi di perpustakaan, berpura-pura meminjam buku paket. Setelah dua jam berlalu, Devi dan Vio akhirnya selesai menjalani hukuman mereka.


"Sering-sering telat ya," kata Afan, mengangkat satu alisnya, menggoda mereka.


"Lo aja yang telat! Gue sih ogah berkali-kali kena hukuman. Lo enak, cuma ngawasin aja!" balas Vio kesal, mengusap keringat.

Post a Comment for "Di jodohkan eps 2"