Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Di Jodohkan eps 3

 "Makanya, kalau ogah kena hukuman, jangan *terlambat*!" kata Eby sambil menekankan kata terakhirnya dengan nada menggoda.


"Ehh, biasa aja kali, kayak nggak pernah telat aja!" balas Vio, merasa tersinggung.


"Kenapa? Nggak terima, ha?" Eby menambahkan, terus memprovokasi.


"STOP!" suara Rakha dan Zayyan yang baru datang menghentikan percakapan mereka.


"Gimana, Rakha? Orangnya mana yang kalian kejar tadi?" tanya Afan, penasaran.


"Mereka berhasil lolos," jawab Zayyan, mewakili Rakha yang hanya diam.


"Kalian tahu kan, dua cewek yang kabur tadi pasti teman kalian berdua, kan? Siapa nama mereka, kelas berapa?" tanya Rakha dengan wajah datar dan tatapan tajam.


"Ehh, eng...nggak, kita nggak tau, ya kan Vio?" jawab Devi gugup.


"I...iya, kita nggak kenal. Kalau kenal, pasti mereka tungguin kita tadi," tambah Vio, berusaha menutupi kebohongan mereka.


"Baik, kalian boleh masuk kelas masing-masing. Tapi besok jangan sampai telat lagi. Kalau telat, hukumannya akan lebih parah," ucap Rakha tegas, tatapannya masih menusuk.


Di kelas X IPA 2, tempat Mala belajar, pelajaran Bahasa Inggris sedang berlangsung, mata pelajaran yang sangat disukai oleh Mala.


*Tok... tok... tok...*


"Permisi, Bu. Maaf, saya terlambat lagi," kata Devi dengan wajah lesu.


"Hmm, kebiasaan kamu Devi. Iya, silakan duduk," jawab Bu Emi, guru Bahasa Inggris itu.


"Enak ya, di kelas duduk belajar, sedangkan gue sama Vio tadi tersiksa," keluh Devi dengan wajah cemberut.


"Hehe, maaf ya. Tapi kalian berdua juga lemot sih, disuruh naik malah banyak bengong. Ini juga gara-gara lo, tau nggak? Pake teriak-teriak segala, gue sama Haura hampir ketangkep sama Rakha. Untung gue jago, jadi masih bisa lolos," jawab Mala sambil menyombongkan diri.


Di kelas X IPA 3, tempat Haura dan Vio belajar, suasana lebih santai karena jam pelajaran kosong, jadi mereka bebas bercengkerama.


"Haduuuh, capek banget gue kena hukuman tadi, sialan banget!" keluh Vio sambil menghentakkan kakinya ke lantai tanpa sadar menginjak kaki Haura.


"Auuuu! Sakit, bego! Kaki gue!" pekik Haura, membuat seluruh kelas menoleh ke arah mereka.


"Ha! Maaf, Haura. Kaki lo kenapa sih, kok merah-merah gini?" tanya Vio cemas.


"Tadi pas loncat, gue terkilir."


"Hah! Makanya jangan berani-berani ninggalin gue sama Devi. Tuh akibatnya!" ujar Vio sambil tertawa kecil.


Bel sekolah pun berbunyi, menandakan waktu pulang telah tiba. Kini, mereka bersiap untuk kembali ke rumah masing-masing.

Post a Comment for "Di Jodohkan eps 3"