Di Jodohkan eps 21
"WOY, KEBO, BANGUN!" pekik Afan dan Eby bersamaan.
"AAAHH, KEBARAKAN!" pekik Devi panik.
"Mana kebakaran, mana kebakaran?" ujar Vio, bingung.
Takkk... (Afan dan Eby menjitak jidat Vio dan Devi).
"Sadar, woy! Ini nih waktunya sekolah," ujar Afan.
"Iya, habisnya kalian bangunin kami gitu amat. Kami refleks, la. Kirain ada kebakaran," ujar Devi.
"Tau nih, lo kira kita gak punya rasa sakit apa? Sakit tau jidat kita! Ayo, Dev, kita pergi aja dari sini," ujar Vio sambil menginjak kaki Eby.
"Awwww, awww, sakit!" ujar Eby.
💫
Kini Rakha sudah berada di dekat pagar belakang sekolah. Tidak ada siapa pun di sana, cuma ada anak kucing.
"Gak ada orang, kha. Kayaknya hari ini gak ada yang telat deh," ujar Clarisa.
"Iya sih, tapi gw merasa ada seseorang di sini," ujar Rakha.
"Tapi emang gak ada orang, kha! Lihat nih, cuma ada anak kucing. Mending kita ke depan aja, mungkin udah banyak anak-anak yang di depan gerbang masuk," ujar Clarisa.
"Ya udah sih, mungkin cuma perasaan gw aja ya," ujar Rakha. Mereka pun pergi dari sana.
"Huuuu, alhamdulillah selamat!" ujar Naura dari atas pohon.
"Untung aja gw tadi liat kucing jatuh dari atas pohon. Jadinya gw kepikiran naik pohon deh. Makasih ya, cing, atas ide-nya. Besok gw bawain lo makanan ya, bay," ujar Mala dan bergegas pergi dari sana.
💫
Bel istirahat telah berbunyi lima menit yang lalu. Kini Mala dan teman-temannya telah berada di kantin, menyantap makanan yang telah mereka pesan.
"Lo dari mana aja, Dev? Kok gak masuk kelas? Lo bolos ya? Gw kasih tau sama Tante Adel ya," ujar Mala dengan menyipitkan matanya.
"Kasih tau aja, gw gak takut. Lagian lo lupa ya hari ini gw sama Vio disuruh ngajak ortu ke sekolah nemuin guru BK?" ujar Devi.
"Oh iya, lupa gw. Hehe, maaf. Oh iya, Vi, Haura mana?" tanya Mala.
"Lo gak baca grup ya? Dia gak masuk hari ini, mau periksa kakinya ke dokter," ujar Vio. Mala segera membuka HP-nya, dan benar saja ada pesan dari Haura di grup mereka berempat.
Post a Comment for "Di Jodohkan eps 21"