Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Di Jodohkan eps 30

 Hari pun pagi, dan Mala serta kawan-kawannya sedang berada di bandara untuk mengantar orang tua mereka ke London. Sedih? Sudah pasti dirasakan mereka, apalagi ini kali pertama mama-mama mereka pergi cukup lama dan meninggalkan mereka.


Orang tua mereka pun berat untuk meninggalkan anak-anaknya. Apalagi untuk waktu yang lama, tetapi bagaimana lagi? Ini adalah tuntutan dari pekerjaan mereka.


"Sudah-sudah, jangan pada nangis. Kami bakalan sering-sering kok main ke sini," ujar Lina.


"Mama janji ya! Sering-sering ke sini. Terus mama, kalau sudah sampai, jangan lupa telepon Mala," ujar Mala.


Mendengar penuturan sang anak, Lina tak kuat menahan air matanya. Dia pun memeluk anak semata wayangnya ini.


"Kamu juga diri baik-baik ya di sini. Mama sayang Mala. Nak, Rakha, mama titip Mala ya. Jaga dia, kalau kasih tahu hal-hal yang ia tidak tahu, jangan dibentak, karena dia orangnya tidak bisa dimarahi. Walaupun gaya tomboy gini, kalau sudah dibentak, air matanya akan jatuh juga," ujar Lina panjang lebar.


"Iya, Ma! Rakha bakalan jagain Mala. Mama tidak perlu khawatir," ujar Rakha. Lina pun tersenyum bahagia mendengar penuturan sang menantu.


"Mama sama papa beneran ninggalin Devi? Mama tidak sayang lagi ya sama Devi?" ujar Devi dengan berlinang air mata.


"Bukan begitu, sayang. Sekarang kan Devi sudah ada suami, jadi Devi harus tinggal dengan suami. Lagian, Devi tidak kasihan lihat papa yang selalu masak sendiri, nyuci sendiri?" ujar Adel menjelaskan kepada anaknya.


"Tapi kan mama yang maksa Devi buat nikah. Kalau saja Devi belum nikah, Devi pasti bisa ikut mama sama papa," ujar Devi lagi.


"Hmm, gini ya, sayang. Namanya anak perempuan, cepat atau lambat pasti akan meninggalkan orang tuanya dan tinggal bersama suaminya. Jadi, Devi harus nurut ya sama suami. Tidak boleh bandel," ujar Adel menjelaskan lagi. Untuk ayah-ayah mereka, sudah dari semalam pergi karena masih banyak pekerjaan.


Haura dan Vio sama halnya dengan Mala dan Devi; mereka sangat sedih. Tapi bagaimana lagi, benar kata mama-mama mereka bahwa mereka sudah bersuami, dan tanggung jawab mereka sekarang berada di suami masing-masing. 


Mereka saling berpandangan, merasakan beban yang sama di hati. Meski ada kesedihan, mereka tahu bahwa ini adalah bagian dari kehidupan, dan mereka harus saling mendukung satu sama lain di setiap langkah yang diambil.

Post a Comment for "Di Jodohkan eps 30"