Di Jodohkan eps 60
Pagi ini, Mala harus berpisah sementara waktu dengan suami tercintanya, Rakha. Hari ini, Rakha akan pergi ke Bandung selama satu minggu. Awalnya, Mala tak mengizinkan, karena Rakha bilang hanya tiga hari. Namun, karena Afan tidak bisa ikut, Rakha harus menggantikan pekerjaan, sehingga ia harus pergi lebih lama.
Rakha pergi bersama asisten pribadinya, Dodi, yang usianya sekitar dua puluh tahun, hanya berbeda beberapa tahun lebih tua dari Rakha.
"Dodi, kamu harus kabarin terus, ya. Pak Rakha sama siapa, di mana, pokoknya kirim foto-foto dia selama di sana," ujar Mala dengan tegas.
"Siap, Buk Bos!" jawab Dodi dengan memberi hormat.
"Ehmm, ngobrolin apa sih kok si Dodi hormat-hormat segala?" tanya Rakha yang baru tiba sambil membawa koper.
"E-enggak, k-kita enggak ngomongin apa-apa," jawab Mala terbata-bata.
Rakha tersenyum mendengarnya, sudah mendengar semua obrolan istrinya dengan sekretrianya. "Serius?" tanya Rakha.
"I-iya serius, kamu kenapa sih nggak percaya sama aku?" tanya Mala.
Rakha terkekeh, "Bukannya aku yang harus tanya gitu, kamu nggak percaya sama aku?"
Mala mengerutkan keningnya, tidak mengerti. "Hah? Maksudnya?"
"Kamu kenapa suruh Dodi mata-matain aku? Hmm!"
Mata Mala membelalak mendengar penuturan sang suami. "J-jadi kamu denger?"
"Hmmm!" jawab Rakha dengan deheman.
"Iya, kenapa kamu nggak suka? Mau marah? Aku kan cuman—"
Grep!
Rakha menarik Mala ke dalam pelukannya, sementara Dodi menutup matanya dan pergi dari sana, tidak ingin menjadi nyamuk di antara mereka. "Siapa sih yang mau marah? Aku nggak pernah marah sama istri aku yang paling gemesin ini. Malahan nanti aku sendiri yang sering kasih kabar kamu," ucap Rakha lembut.
"Beneran?" tanya Mala.
"Iya."
"Ingat ya, kamu nggak boleh deket-deket sama perempuan yang bajunya kurang bahan. Kamu juga harus jaga pandangan. Kalo perlu, kamu kerja sama cowok semua, pecat aja karyawan ceweknya," ujar Mala dengan tegas.
Rakha kembali terkekeh mendengar penuturan istrinya. "Kamu ini ada-ada aja sih, sayang. Mana bisa gitu, kasihan mereka juga kerja buat keluarga mereka."
"Yaudah, kamunya aja yang jaga jarak sama mereka."
"Iya, siap Tuan Putri!" Rakha menjawab dengan mempererat pelukannya kepada sang istri.
"Aku bakalan kangen banget sama kamu," sambungnya.
"Aku juga," balas Mala.
Mereka berpelukan lama hingga lupa waktu. "Kha!" panggil Mala.
"Hmm, kenapa?"
"Belum mau dilepas nih pelukan? Udah setengah jam loh."
"Setengah jam lagi, la. Biar pas satu jam!"
"Ck, kamu ya. Ingat, aku masih ada ujian hari ini, kamu juga katanya mau berangkat pagi ini. Udah jam tujuh."
"Yah, padahal aku masih pengen peluk kamu lama-lama biar kamu punya stok banyak pelukan dari aku," ucap Rakha.
Mala terkekeh, "Mana bisa gitu, Seng. Udah, ih, pergi. Ntar aku keburu nggak ngizinin lagi lo."
"Yaudah, aku pergi ya. Kamu jaga diri baik-baik," ujar Rakha, dan Mala mengangguk.
Rakha yang awalnya sudah masuk ke mobil tiba-tiba keluar lagi, kembali memeluk tubuh istrinya. "Kha, kamu kenapa sih? Kalo gini, aku jadi berat hati lepasin kamu," ucap Mala.
"Kamu harus selalu bahagia, ya sayang. Jangan sedih-sedih," tutur Rakha, mampu membuat hati kecil Mala tak ingin melepaskannya pergi.
Cup!
Satu kecupan lembut Rakha daratkan di kening istrinya.
Post a Comment for "Di Jodohkan eps 60"