Di Jodohkan eps 60
"Assalamualaikum, beb!" ucap Afan.
"Waalaikumsalam," balas Devi.
"Kamu kenapa, kok kayak bete gitu?" tanya Afan kepada sang istri.
"Kenapa kamu pulangnya malam banget?" Bukannya menjawab, Devi malah bertanya balik.
"Kan biasa, beb, pulang jam 9 malam karena lembur," jawab Afan.
"Karen lembur atau karena kamu asik godain cewek baju kurang bahan?" introgasi Devi.
Afan mengerutkan jidatnya. "Cewek baju kurang bahan maksudnya?"
"Tau ah, malam ini kamu tidur di luar!" Setelah mengatakannya, Devi pergi ke kamarnya dan menguncinya.
Tok... Tok... Tok...
"Dev, buka dong, kita selesaikan secara baik-baik, jangan gini," ucap Afan, namun tak dihiraukan Devi.
Sama halnya di kediaman Zayyan, saat ini Zayyan terkena hukuman dari istrinya karena terpergok sedang membalas chatting-an karyawan wanita di kantornya.
"Udah dong, sayang, aku capek. Kamu nggak kasihan sama aku malam-malam harus beres-beres rumah? Percuma dong aku bayar pembantu," ucap Zayyan.
"Gak ada salah sendiri, udah tau punya istri masih aja genit. KALO GUE LIAT LO CHT-an lagi sama tuh cewek, siap-siap nyawa lo melayang!" tegas Haura.
Zayyan hanya dapat meneguk salivanya kasar. "I-iya, sayang."
Berbeda dengan Vio dan Eby, saat ini mereka sedang pergi keluar setelah Eby sepulang kerja, tentunya atas permintaan Vio.
"Io, udah dong belanjanya. Nanti uang kita nggak sampai akhir bulan nih," ucap Eby yang sudah frustrasi karena Vio banyak sekali membeli baju dan alat make-up.
"Itu urusan kamu. Siapa suruh godain cewek, jadi tanggung sendiri risikonya," ujar Vio.
"S-siapa yang godain cewek?"
"Alah, jangan ngeles. Aku lihat dari CCTV yang sengaja aku pasang di ruang kerja kamu," ujar Vio dengan senyum smirk.
"CCTV?"
"Iya, aku suruh orang buat pasang biar tau kelakuan kamu. Dan benar saja, tadi ada cewek baju kurang bahan yang deket-deket kamu," ucap Vio.
"Cewek baju kurang bahan gimana sih, Io?" bingung Eby.
"Tau ah, intinya karena perbuatan kamu, aku akan belanja yang banyak malam ini!" tegas Vio, sedangkan Eby hanya pasrah.
---
"Kamu mau ajak aku kemana sih, Kha? Aku mau tidur," ketus Mala.
"Sabar dong, sayang. Jangan marah-marah. Nanti cantiknya tambah, loh. Bisa-bisa banyak saingan akunya," ujar Rakha.
Mala yang mendengar penuturan suaminya tidak dapat menutupi senyuman di bibirnya, namun segera ia tepis. "Apa ansih, nggak jelas lu."
Rakha sengaja menutup mata Mala dan ketika tiba di halaman belakang, ia membuka kain penutup mata istrinya. Mala melongo saat melihat halaman belakang yang disulap Rakha menjadi ala-ala camping.
"Kha, ini kamu yang siapin?" tanya Mala.
Rakha menganggukkan kepalanya. "Kamu suka nggak?"
"Iya, aku suka banget. Makasih, Kha!" ucap Mala.
Keduanya kini berbaring di atas karpet yang Rakha pasang, dengan api unggun di depan dan tenda yang sudah terpasang di belakang mereka.
"La!" panggil Rakha sambil menatap indahnya bintang.
"Kalo aku pergi, kamu jangan larut dalam kesedihan, yah."
Degh.
"M-maksud kamu apa, Kha?" tanya Mala, menatap lekat wajah suaminya yang sedang berbaring di pangkuannya.
"Aku ke Bandung selama satu minggu, La," ucap Rakha.
Mala memasang wajah masam. "Gimana sih, kata kamu cuman 3 hari?" ketus Mala.
"Iya, awalnya 3 hari. Tapi karena Afan nggak bisa ikut, jadinya sampai satu minggu deh," jelas Rakha.
"Kapan?"
Rakha mendongak menatap wajah teduh istrinya. "Kapan perginya?" sambung Mala.
"Besok!" jawab Rakha singkat.
Lagi-lagi wajah Mala terlihat masam. "Kok cepet banget sih, Kha?"
"Lebih cepat lebih baik. Nanti kalo aku pulang, aku janji bakal ajak kamu ke mana pun kamu mau," ucap Rakha.
"Jadi kamu siapin ini semua buat perpisahan kita satu minggu?" tanya Mala.
Rakha menganggukkan kepalanya. "Janji ya, Kha, pulang dengan selamat?" Tiba-tiba pertanyaan itu muncul dari mulut Mala.
Rakha terdiam, lalu mengangguk. "Janji!"
Rakha beranjak dari tiduran. "Kamu mau kemana, Kha?" tanya Mala.
"Mau masak indomie buat kita makan sama-sama," jawab Rakha.
"Udah, biar aku aja."
"Gak usah, malam ini aku mau masakin kamu, khusus buat kamu," ucap Rakha.
Mala terkekeh mendengarnya. "Masak indomie aja bangganya setengah mati."
"Biarin, yang penting rasanya dijamin beda!"
Setelah indomie selesai dimasak, mereka makan bersama. "Kha, kok mangkuknya cuman satu?" tanya Mala.
"Biar romantis," jawab Rakha dengan tertawa.
"Ada-ada aja lu, yah."
Mereka menikmati makanan itu dengan canda tawa, saling suap satu sama lain. Sungguh, momen malam ini membuat kupu-kupu berterbangan di perut Mala saking bahagianya.
Post a Comment for "Di Jodohkan eps 60"