Gadis Desa milik Afan Eps. 10
"Yaudah, ke kelas yuk," ajak Rara sambil menggandeng tangan Devi.
Skip, jam 15:00...
Kini Devi sedang memilih baju. "Duh, gue mau pakai baju apa ya? Ah, ini aja deh, ini bagus," ucap Devi sambil tersenyum puas.
Skip, Devi turun dari taksi dan melangkahkan kakinya memasuki kafe. Afan sudah menunggu Devi di dalam. Devi kini berdiri di depan Afan.
"Maaf ya, gue telat," ucap Devi dengan suara lembut.
"Gak apa-apa, udah, lo duduk aja," jawab Afan sambil menunjuk kursi di depannya.
Devi pun duduk di kursi di depan Afan. "Lo ngapain ngajakin gue buat ketemuan?" tanya Devi penasaran.
"Gak apa-apa, cuma mau ngajak makan bareng aja," jawab Afan sambil tersenyum tipis.
Devi berdiri dari kursinya, bersiap untuk pergi. "Yaudah, kalau gitu gue pulang aja," ucap Devi sambil menghadap ke belakang.
Namun, Afan dengan cepat menarik tangan Devi hingga membuatnya kembali menghadap ke dia. Ikat rambut Devi pun putus, dan rambutnya terurai dengan indah. Afan tertegun memandang Devi.
"Devi cakep banget kalau rambutnya terurai gini," batin Afan, hatinya bergetar.
Devi terdiam, merasakan tatapan Afan yang begitu dalam. "Kenapa sih lo?" ucap Devi dengan suara sedikit gemetar, merasa canggung tapi juga ada perasaan lain yang ia sendiri tak mengerti.
Afan tersadar, lalu tersenyum kecil. "Gak apa-apa, cuma... lo cantik aja," jawabnya pelan.
Devi tersipu, merasa pipinya mulai memerah. "Udahlah, lo aneh," katanya sambil menunduk, mencoba menyembunyikan wajahnya yang memerah.

Post a Comment for "Gadis Desa milik Afan Eps. 10"