Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gadis Desa milik Afan Eps. 8



 Elo lagi, elo lagi," kata Afan kesal.

"Lah, jadi kalian sudah saling kenal?" tanya Reza penasaran.

"Dih, kagak," jawab Afan dan Devi serempak.

"Cie, ngomongnya kompak banget," ejek Reza sambil tersenyum jahil.

"Dih," Devi melipatkan kedua tangannya di dada.

"Nih, tas lo," Afan menyodorkan tas itu ke Devi. "Lain kali hati-hati," lanjutnya.

"Dih, ogah," ucap Devi sambil mengambil tas tersebut. "Makasih," katanya pelan.

"Hmm," sahut Afan sambil mengangguk kecil.

"Eh, nama lo siapa?" tanya Reza.

"Devi," jawabnya.

"Oh, salken gue Reza, teman bisnis Afan," ucap Reza ramah.

"Loh, berarti kalian berdua CEO?" tanya Devi terkejut.

"Iya," ucap Reza. "Eh, btw, lo kok keluar sendirian sih malem-malem?" tanyanya lagi.

"Gue tadi habis kerja," jawab Devi.

"Oo," sahut Reza.

"Eh, udah-udah. Kalo mau pacaran tuh jangan di sini," kata Afan kesal.

"Cemburu lo?" ejek Reza lagi.

"Dih, kagak," ucap Afan tegas.

"Yaudah, gue balik dulu ya," kata Devi sambil melangkah pergi.

"Eh, tunggu," panggil Reza.

Devi pun berhenti dan menoleh ke arah Afan dan Reza.

"Lo bareng kami berdua aja," ucap Reza.

"Eee, gak usah deh, Pak," tolak Devi.

"Panggil nama aja, gak apa-apa kok," ucap Reza sambil tersenyum.

"Eummm, ok," jawab Devi ragu.

"Yaudah, lo bareng gue," kata Reza.

"Gak, dia bareng gue," ucap Afan tegas.

"Serius lo, Fan?" tanya Reza kaget.

"Iye," jawab Afan singkat.

Lalu Reza dan Afan pun naik ke motor masing-masing.

"Buruan naik, lo mau nunggu apa lagi?" kata Afan.

"Eh, iya iya," jawab Devi cepat.

Afan mengulurkan tangannya, Devi pun memegang tangan Afan dan naik ke motor Afan. 

Hati Devi berdebar saat ia duduk di belakang Afan. Mereka pun berangkat, sementara perasaan tak menentu mengiringi perjalanan mereka.

Post a Comment for "Gadis Desa milik Afan Eps. 8"