Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Di Jodohkan eps 4

 __Di rumah Rakha__


"Assalamualaikum, Bunda," sapa Rakha setelah memasuki rumah.


"Waalaikumsalam, sayang. Sudah pulang, ya?" jawab Bunda Anggun lembut.


"Iya, Ma. Rakha mau ganti baju dulu ya."


"Iya, setelah selesai, cepat ke bawah ya. Bunda mau bicara sesuatu yang penting."


__Di rumah Afan__


"Enggak, Ma! Afan nggak mau!" seru Afan keras, menolak sesuatu.


"Ini demi kebaikan kamu, Nak," jawab Mama Afan dengan suara tegas namun lembut.


__Di rumah Eby__


"Mi, Eby udah gede, masa iya dijodoh-jodohin, sih? Nggak lucu," keluh Eby, merasa tak percaya.


"Mami nggak bercanda, dan Mami nggak terima penolakan," jawab Mami Eby serius.


__Di rumah Zayyan__


"Hahaha, Mama bercanda, ya? Pasti nge-prank Zayyan, kan?" Zayyan tertawa kecil.


"Mama serius," jawab Mamanya dengan tegas.


"What?!" Zayyan terkejut.


__Grup Chat Cowok, Call 😎__


Afan: *Woy, guys, masa iya gue dijodohin, sih?! 🙉*


Eby: *Serius lo dijodohin juga?*


Zayyan: *Hah, gue juga dijodohin. Berarti lo juga, Bi?*


Rakha: *What?! Kalian bertiga dijodohin? Serius?*


Eby: *Serius, Kha. Emang lo enggak?*


Afan: *Iya, Kha, lo enggak, ya?*


Zayyan: *Tapi kata Mama tadi, kita berempat dijodohin semua sama anak temen lama mereka.*


Rakha: *Hah? Tapi gue enggak tuh, Bunda nggak bilang apa-apa... Eh, tapi tadi Bunda bilang mau ngomong serius. Jangan-jangan...*


__Di ruang tamu rumah Rakha__


Bunda Anggun sudah duduk di ruang tamu, menunggu kedatangan Rakha.


"Bunda mau ngomong apa?" tanya Rakha, penasaran.


"Bunda mau ajak Mas Rakha ketemu temen lama Bunda, bahas perjodohan kalian," jawab Bunda Anggun dengan tenang.


"Hah? Perjodohan? Bunda bercanda kan? Rakha masih muda, masih sekolah, dan Rakha bisa nentuin pasangan hidup sendiri kalau sudah waktunya," kata Rakha, protes.


"Rakha, Bunda nggak pernah minta apa-apa dari Mas Rakha. Ini permintaan pertama Bunda, tapi Mas Rakha nggak mau mengabulkannya. Bunda kecewa..." ucap Bunda Anggun, air matanya mulai menetes.


"Iya, Bunda, Rakha bisa aja ngabulin permintaan Bunda, tapi bukan yang kayak gini. Rakha nggak mau!" tegas Rakha, merasa tertekan.


"Ya sudah, Bunda nggak memaksa. Silakan pergi dari sini, Bunda mau sendiri," ucap Bunda Anggun yang sudah terisak.


"Ok, ok. Rakha mau dijodohin, tapi Bunda jangan nangis lagi ya," ucap Rakha sambil memeluk Bundanya.


__Malam hari, di kafe Father and Son milik orang tua Rakha__


"Ma, kita mau ngapain, sih? Lama banget. Udah satu jam, lho. Mala bosen, Mala mau pulang," keluh Mala sambil mengetuk meja dengan kesal, menunggu sesuatu yang tak kunjung jelas.

Post a Comment for "Di Jodohkan eps 4"