Di Jodohkan eps 33
Mala dan teman-temannya masih berada di Caffe Pelangi, menikmati berbagai makanan pesanan mereka, terhanyut dalam kebucinan dengan pasangan masing-masing, kecuali Mala dan Rakha.
" Beb, mau minum," ucap Afan manja, dan Devi segera mengambilkan minumannya.
" Iya! Aku juga mau, haus," Eby menambahkan dengan nada manja yang sama.
" Sayang, aku sudah kenyang. Sekarang giliran kamu yang aku suapin," Zayyan berkata, sementara Haura hanya menganggukkan kepala.
Rakha merasa muak melihat semua kemesraan itu. Ia lebih memilih pulang daripada menyaksikan kebahagiaan sahabat-sahabatnya, terutama karena Mala tampak tidak peduli padanya.
" Gue pulang duluan," ucap Rakha tiba-tiba.
" Ngapain lo pulang? Mala masih di sini, terus makanan lo belum dimakan," Afan menyela.
" Jijik gue liat kalian alay. Mau minum aja minta diambilin sama istri, padahal punya tangan," Rakha menjawab ketus.
" Ya elah, lo juga kan pengen kayak kita. Cuma gak bisa," ledek Zayyan. Rakha terdiam, merenungkan kata-kata sahabatnya. Ia sebenarnya ingin dimanja oleh istrinya, tetapi ia tahu Mala masih marah.
" Haha, Zay, kayaknya bener deh, dia diem aja," Eby menambahkan.
" Serah lo pada, gue pamit," Rakha berkata, melangkahkan kakinya menjauh.
Namun, baru beberapa langkah, Rakha dikejutkan oleh kedatangan seorang gadis cantik yang sepertinya akrab dengannya. Mala yang melihat itu merasakan kepanasan di dadanya. Apakah ia cemburu?
"Ehh, Mal, itu laki lo sama siapa?" Devi bertanya, menyoroti ke arah Rakha.
" Iya, Mal, kelihatannya akrab banget," Vio menambahkan.
" Iya, Mal, mending lo susulin deh, jangan sampai laki lo diembat," Haura sedikit menyindir.
Tanpa berpikir panjang, Mala langsung menghampiri suaminya yang kini berbincang dengan wanita itu.
" RAKHA!" pekiknya, menarik perhatian seluruh pengunjung kafe. Namun, Rakha tampak asyik dengan wanita itu, seolah tidak mendengarnya.
" Ihh, Rakha, aku manggil kamu loh," ucap Mala saat sudah dekat.
" Dia siapa, Rak?" tanya Chelsi, wanita itu.
" Gak kenal," jawab Rakha singkat.
Mendengar itu, hati Mala seperti disambar petir. Ia mundur perlahan, merasa sakit hati.
" Sesakit itu lo sama gue, kha? Hingga lo gak anggap gue ada di depan wanita itu? Atau karena lo punya hubungan khusus?" batin Mala, melangkah mundur.
Mala memilih untuk pulang dari kafe, lebih baik jauh dari semua itu. Teman-temannya yang menyadari kepergiannya segera mengikutinya, sementara cowok-cowok menghampiri Rakha, marah dengan sikapnya yang seolah-olah tidak mengenal Mala.
" La, sabar ya," Devi mencoba menghibur Mala.
" La, mending lo ajak Rakha baikan deh, jangan gini terus," saran Haura.
" Hah? Kenapa harus Rakha yang minta maaf? Dia yang salah!" Vio ikut menanggapi.
" Ya, sorry, tapi gue kesel liat Rakha gituin Mala," Devi menjelaskan.
" Mal, mending lo masuk lagi, samperin Rakha. Kita udah nikah, pikiran kita harus dewasa. Kita masih muda, tapi ini jalan hidup kita," Haura menegaskan.
" Tapi, Hau, Rakha gak anggap aku ada," Mala berkata lesu.
" Udah, nanti aja mikirin itu! Sekarang lo samperin Rakha. Emang lo mau dia diembat cewek itu dan lo jadi janda?" tantang Haura.
" Iya, enggak lah! Mana mau gue jadi janda," pekik Mala.
" Yaudah, sono samperin laki lo, kita mau balik," ujar Haura.
Mala pun pergi ke arah Rakha, bertekad untuk menyelesaikan masalah di antara mereka.
Di rumah Afan, Devi terus ngoceh tak jelas, membuat Afan pusing tujuh keliling.
" Ahh, muak banget gue liat Rakha! Tau gak, sahabat lo itu brengsek, brengsek!"
Bugh!
" Aaaa, sakit beb! Kok kamu tendang aku sih?" Afan meringis kesakitan.
" Hehe, sorry beb! Soalnya aku emosi banget," Devi cengengesan.
Sementara itu, Mala sudah berada di dalam kafe lagi, setelah mencuci muka di toilet.
" Rakha," panggilnya. Rakha dan Chelsi menoleh, tetapi hanya menoleh tanpa menjawab.
" Lo lagi ada urusan apa sih sama Rakha, sok abel?" ujar Chelsi.
" Eh, gue gk ada urusan sama lo," Mala menjawab dengan tegas.
" Ada apa?" Rakha bertanya ketus, berdiri menghadapi Mala.
Grep...
Mala memeluk Rakha, dan ia mulai menangis di dada suaminya.
" Hey, kok nangis? Kenapa ada yang nyakitin kamu?" tanya Rakha lembut.
" Katanya gak kenal, kok aku-kamu sih?" batin Chelsi, yang merasa aneh.
" Hiks... Maafin aku, kha. Aku ngaku, aku salah tadi cuekin kamu, tapi jangan balas aku gini dong," Mala terisak.
" Udah-udah, sekarang kita pulang ya, di rumah aja kita selesaikan," ucap Rakha, membawa Mala keluar dari kafe. Mala tak melepaskan pelukannya sepanjang jalan, terus memikirkan kata-kata Haura, "Nanti Rakha diembat wanita itu."
Setibanya di rumah, sepulang dari kafe, Bik Sumi menegur mereka.
" Ehh, Non Mala, kenapa digendong?"
" Cuma lagi manja aja, Bik," jawab Rakha sedikit mengejek. Mala hanya diam.
Di kamar, Mala kembali menangis. Rakha bingung melihatnya.
" Kamu kenapa lagi, La?" tanyanya heran.
" Kamu selingkuh."
" Hah, selingkuh? Enggak, aku gak selingkuh," Rakha menjawab.
" Terus, tadi siapa? Kenapa akrab banget sama dia?" Mala bersikeras.
" Enggak gitu, sayang..." Rakha berkata, dan itu membuat pipi Mala bersemu merah.
" Kenapa pipi kamu merah banget?" ledek Rakha.
" Enggak, pp. Cepat cerita dia siapa, kenapa kamu akrab banget sama dia?" Mala bertanya penasaran.
" Wah, kira-kira Chelsi siapanya Rakha, ya?"
Post a Comment for "Di Jodohkan eps 33"