Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Di Jodohkan eps 34

 Mala menemani Rakha di acara rekan kerja ayahnya, menggantikan ayah Rakha yang tidak bisa hadir. Rakha telah menjelaskan bahwa Chelsi adalah anak dari rekan kerja yang mengadakan acara ini. 


"Sayang, aku ke sana dulu ya! Kamu duduk di sini, jangan kemana-mana," ucap Rakha. 


"Iya, tapi jangan lama-lama ya," balas Mala, mendapatkan anggukan dari Rakha.


"MALA..." pekik Devi dari kejauhan, menarik perhatian semua orang.


"Maafin pacar saya, Pak Bu," ujar Afan sopan, mencoba meredakan suasana.


"Beb, jangan teriak-teriak," tegur Afan.


"Iya, maaf. Aku nggak nyangka ada Mala juga," ujar Devi, sedikit malu.


"Ya sudah, jangan ulangin lagi. Kamu samperin Mala aja, aku mau ke sana," ujar Afan, dan Devi mengangguk setuju. 


Di sisi lain, setelah beberapa lama menunggu, Devi akhirnya mendekati Mala. 


"Udah lama di sini?" tanya Devi saat sudah dekat. 


"Lumayan. Untung ada kamu, aku kayak orang bodoh sendirian di sini, nggak ada teman. Mana Rakha lama banget," ujar Mala cemberut.


"Cie yang sudah cinta sama Rakha," ujar Devi menggoda.


"Iya, iya lah. Dia kan suami aku, jadi haruslah aku cinta sama dia," balas Mala.


"Iya deh, si paling suami! Btw, Vio sama Haura nggak kesini?" tanya Devi.


"Keknya enggak deh, Dev. Kan suami mereka belum kerja, jadi mana ngerti soal-soal ginian," jawab Mala. Devi mengangguk setuju.


Tiba-tiba, seorang pria mendekat. "Hei, boleh gabung nggak? Soalnya nggak ada kursi kosong lagi," ujarnya. Mala dan Devi menengok ke arah pria itu dan menganggukkan kepala tanda setuju.


"Haikal!!" kaget Mala melihatnya.


"Hehe, iya. Lo lagi ikut orang tua lo juga, Mal?" tanya Haikal.


Mala bingung harus menjawab apa. Masa iya dia jujur ikut Rakha, bisa curiga Haikal. 


"Mal, kok bengong?" tanya Haikal.


"Oh, Mala doang nih, ditanya aku nggak," ujar Devi mengalihkan pembicaraan.


"Eh, maaf, Dev. Aku pikir Mala doang," jawab Haikal.


"Wah, parah nih, aku segede gini nggak dilihat," ucap Devi, dan mereka bertiga pun tertawa bersama. 


Tanpa mereka sadari, Afan dan Rakha melihat dari kejauhan. Niat mereka ingin menghampiri Mala dan Devi, tapi urung karena melihat ada Haikal di dekat istri-istri mereka.


"Fan, kita gabung dengan yang lain aja, ya. Nanti tu bocah malah curiga kalau Devi sama Mala dekat kita," ujar Rakha.


"Ya udah deh, sebenarnya aku nggak rela sih istri aku dideketin cowok lain," ujar Afan.


"Emang aku mau apa? Lo enak, Devi masih jauhan. Lihat Mala, tuh, deket banget sama Haikal, mana ketawa-ketawa lagi," ujar Rakha kesal.


Di sisi lain, Haikal pamit kepada papanya. 


"Haikal, ayo pulang," ujar papa Haikal.


"Kok cepet banget sih, Pa? Kan acaranya masih lama," protes Haikal.


"Iya, papa ada urusan. Ayo pulang. Tadi papa ajak, nggak mau. Giliran sekarang di ajak pulang, nggak mau juga," jawab papanya.


"Ya udah, Mal, Dev, aku duluan ya. Sampai ketemu di sekolah besok," ucap Haikal dan pergi. 


"Eh, keknya seru banget ya," ujar Rakha tiba-tiba ada di belakang mereka.


"Iya, kha, keknya seru banget, sampai-sampai lupa sama suami," tambah Afan.


"Ehh, bukan begitu, beb! Tadi tuh teman satu kelas kita, makanya kita seru-seru cerita. Bener nggak, Mal?" ujar Devi.


"Iya, lagian dia udah aku anggap sahabat banget, soalnya dia selalu bantu aku kalau telat," ujar Mala keceplosan.


"Mala, lo kok..." ujar Devi memberi kode.


"Jadi kamu sering terlambat? Jangan-jangan bener lagi yang waktu itu sama Haura kamu," ujar Rakha.


"Kok kamu nuduh aku lagi sih? Kan udah janji nggak bakal gitu lagi! Tau gini waktu itu, kan aku maafin," ujar Mala cemberut.


"Eh, eh, nggak gitu, sayang... Iya, iya, aku minta maaf. Aku janji nggak bakal ngulangin lagi," ujar Rakha.


Mala tersenyum dalam hati, tetapi di luarnya tetap memasang muka jutek. 


"Udah ah, aku mau pulang aja," ujar Mala dan bergegas keluar.


"Mala, tunggu dong!" ucap Rakha, mengikutinya. Rakha pun izin kepada pemilik acara untuk pulang lebih awal dengan alasan ada urusan keluarga, sedangkan Devi dan Afan masih menikmati pesta malam itu.


Pagi pun tiba, Mala dan teman-temannya sudah berada di sekolah tepat waktu. Akhir-akhir ini, mereka tidak pernah lagi terlambat karena para suami mereka sangat disiplin waktu. Saat mereka tiba di sekolah dengan diboncengi suami-suami mereka, Kevin dan teman-temannya melihat hal itu. 


Kevin merasa panas melihat itu semua. Ia pun berniat untuk merebut Mala kembali ke pelukannya. Begitu pun dengan Rehan, yang akan membuat Devi menjadi miliknya sepenuhnya.


"Lo gila, Han! Rencana lo itu bisa bikin masa depan Devi hancur," ujar Aldo.


"Iya, gw gila, do! Gw gila kalau sampai si Afan itu merebut milik gw untuk kedua kalinya," ujar Rehan.


"Dan lo, Vin. Apakah lo nggak malu? Rakha sudah pernah rebut cewek yang lo suka, dan sekarang pacar lo mutusin lo karena Rakha. Lo nggak malu, hah?" ujar Rehan lagi.


"Lo benar, Han. Gw nggak mau Rakha kembali rebut milik gw. Gimana pun caranya, gw akan rebut Mala lagi, walaupun dengan merusak masa depannya. Gw akan bertanggung jawab dan gw akan bahagiakan Mala," ujar Kevin tegas.


Kevin dan Rehan dulunya sahabat baik Rakha dan teman-temannya. Namun, saat SMP, mereka menyukai cewek yang sama, tetapi cewek yang disukai Kevin dan Rehan lebih memilih Afan dan Rakha. Dari situ, Kevin dan Rehan memutuskan persahabatan mereka, menganggap Rakha dan Afan yang merebut cinta mereka.


"Plis, kalian jangan konyol dong. Kasihan Mala sama Devi itu masih muda," ujar Aldo.


"Iya, bener kata Aldo! Vin, Ran, banyak cewek di luar sana yang mau sama kalian. Tapi plis, jangan berbuat yang nggak baik kayak gini," ujar Noah.


"Iya, memang banyak cewek di luar sana, tapi nggak ada cewek yang sama seperti Mala, yang bisa terima gw apa adanya, yang selalu mengarahkan gw ke kebaikan," ujar Kevin frustrasi.


Sementara di kantin, Mala dan teman-temannya sedang makan bareng karena sudah jam istirahat. Tiba-tiba, ada notifikasi di HP mereka bersamaan. 


"Guys, gw di ajakin Kevin ketemuan nih di gudang belakang sekolah," ujar Mala.


"Iya, gw juga," jawab Devi.


"Tapi gw dapat pesan dari Aldo, katanya Devi sama Mala nggak usah ke gudang belakang sekolah. Bahaya," ujar Haura.


"Lo kok kalian dapat pesan semua sih? Aku enggak," ujar Vio sedih.


"Ya elah, Vio. Emangnya lo masih belum move on sama Noah? Gw kasih tau nih ya sama Eby," ujar Devi.


"Nih, gw dapat pesan lagi dari Kevin, katanya ini pertemuan terakhir soalnya dia mau pindah sekolah, guys," ujar Mala membacakan isi pesan itu.


"Iya, Mal. Rehan juga ngomong gitu," ujar Devi.


"Tapi kalian jangan kesana ya, soalnya Aldo bilang bahaya," ujar Haura.


"Tapi, Hau, kan ini pertemuan terakhir kita. Lagian, gw masih sayang sama Rehan. Gw sebenarnya nggak ikhlas kalau dia pindah," ujar Devi.


"Iya, gw juga. Lagian kita kenal sama Kevin dan teman-temannya udah cukup lama. Nggak mungkin dia macam-macam," tambah Mala.


"Ayo lah kita ke gudang belakang sekolah! Kalian mau ikut atau enggak?" tanya Devi.


"Gw ikut dong," ujar Vio.


"Hau, lo nggak ikut? Atau lo takut bahaya?" tanya Mala.


"Bukan gitu, guys. Ya sudah, gw ikut kalian," ujar Haura.


"Nah, gitu dong, Hau. Ini baru bestie sejati!" ujar Devi.


"Eh, gelap banget, Mal. Gw takut," ujar Devi.


"Iya, nih. Kita balik aja yuk. Nggak ada orang kayaknya," ujar Vio.


"Hmm, tadi sok-sokan mau kesini, sekarang minta balik. Ayo lah, kita balik. Tar keburu datang bah


aya," ujar Haura.


"Kevin... lo di mana?" pekik Mala.


Brak! Tiba-tiba pintu gudang tertutup, lampu samar-samar menyala. Mala dan kawan-kawan melihat Kevin dan teman-temannya mendekat.


Devi yang melihat Rehan langsung berhambur memeluknya. Ia sungguh kangen dengan sosok mantan pacarnya itu yang kini akan meninggalkannya.


"Han, lo bener mau pindah?" tanya Devi saat di pelukan Rehan, tapi Rehan mengabaikannya.


Di sisi lain, Kevin mendekat ke arah Mala. Ia ingin memeluknya, tapi Mala menolaknya hingga Kevin sedikit emosi karena Mala sangat berubah dalam beberapa minggu ini. Ia juga tak membalas pesannya sama sekali.


"Kenapa nggak balas chat aku?" tanya Kevin.


"Maaf, soalnya jarang buka WA," jawab Mala.


"Jarang buka WA atau ada pria lain?" tanya Kevin lagi, tetapi Mala tak menjawab.


"Kenapa nggak dijawab? Bener kan dugaanku? Kamu sekarang sudah ada pengganti aku," ujar Kevin.


"Gak gitu—" ujar Mala terhenti saat Kevin merobek seragam bagian lengan kirinya.


"KEVIN, APA YANG LO LAKUIN?!" pekik Mala.


Sementara itu, Vio dan Haura yang melihat itu ingin segera menghampiri Mala, tetapi mereka juga mendengar teriakan dari Devi, hingga mereka bingung harus bagaimana.


"REHAN, JGN KURANG AJAR LO YA!" pekik Devi saat Rehan melakukan hal yang sama dengan Devi.


"Hau, gimana ini? Kita bantuin siapa?" tanya Vio bingung.


"Lo bantuin Mala, gw Devi!" ujar Haura.


Tapi saat Vio ingin menghentikan aksi dari Kevin, ia didorong oleh Kevin hingga terjatuh dan terbentur tembok. Namun, ia tak putus asa dan bangkit kembali dengan darah mengalir dari pelipisnya.


"Kevin, stop! Jangan lakuin itu sama Mala. Gw mohon," ujar Vio saat bangkit.


"Noah, urus Vio!" pekik Kevin.


Vio pun mengambil kayu bekas kursi yang rusak, ingin memukul tubuh Kevin, tetapi aksinya terhenti saat Noah lebih dulu memukulnya hingga tubuhnya ambruk.


Brukk! 


"VIO!" pekik Haura dan menghampiri Vio yang terbaring lemah dengan darah yang terus mengalir. 


Vio bingung dengan nasib ketiga sahabatnya ini, bagaimana! Hingga Haura menelpon Zayyan, tetapi tak kunjung diangkat. Ia pun memberikan pesan kepada Zayyan, semoga Zayyan dapat menolong mereka segera. 


Sedangkan Noah yang mengetahui hal itu ingin memukul Haura juga, tetapi Aldo menghentikan aksinya hingga mereka berdua berkelahi.

Post a Comment for "Di Jodohkan eps 34"