Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Di Jodohkan eps 6

 “Lo pada bercanda, kan? Mana mungkin gue dijodohin, gue masih sekolah! Ma, ini nggak be—" belum sempat Mala melanjutkan kata-katanya, Lina, mamanya, langsung menghentikannya dengan kenyataan pahit yang tak bisa ditolak.


“Apa yang dibilang teman-teman kamu itu benar, Mala. Kamu dan Rakha sudah dijodohkan sejak kecil.”


*Deg.*


Seketika, satu tetes air mata jatuh dari mata indah Mala. Ia tak bisa menahan perasaan yang mendesak keluar.


“Mala nggak mau, Ma.”


“Kenapa kamu nggak mau? Teman-teman kamu semua terima, hanya tinggal kamu, MALA!” Lina mulai emosi menghadapi keras kepala anaknya, meski ia tahu semua ini demi kebaikan Mala sendiri.


“Mala udah punya pacar, Ma,” jawab Mala dengan nada tegas, mencoba melawan keputusan itu.


*Plakk.*


Satu tamparan mendarat di pipi Mala, menghentikan perlawanan dalam sekejap.


“Mama sama Papa nggak pernah izinin kamu pacaran! Dan kamu juga udah janji nggak bakal pacaran. Kamu mau Papa sama Mama tersiksa di akhirat nanti, MALA?” ucap Lina, air matanya mulai mengalir.


Hening.


Café yang awalnya riuh menjadi sunyi, semua terdiam menyaksikan ketegangan ini. Bahkan para sahabat Mala—Devi, Vio, dan Haura—merasa pilu melihat situasi tersebut, tapi mereka juga takut, takut jika menentang maka nasib mereka akan sama.


“Sabar, Jeng Lina, tahan emosi. Jangan sampai nanti menyesal. Kita bisa bicarakan baik-baik,” ujar Anggun, mama Rakha, mencoba meredakan suasana.


Tanpa sepatah kata pun, Mala berdiri, beranjak pergi. Langkah kakinya cepat dan tegas, meninggalkan café tanpa menoleh.


“MALA, MAU KE MANA KAMU?!” teriak Lina, namun belum sempat melanjutkan kalimatnya, tubuhnya mendadak lemas. Serangan jantung tiba-tiba menyerang.


“Devi, Haura, Vio, cepat kejar Mala!” perintah Mama Devi.


“Iya, Ma!”


“Iya, Tante!”


“Biar saya aja yang carinya, Tante. Saya bawa motor,” kata Rakha, yang langsung melesat mengejar.


Sementara itu, di jalanan tanpa arah, Mala terus berjalan, tangisnya pecah sejadi-jadinya. Ia tidak pernah menyangka Mamanya akan bersikap seperti itu.


“Ahhh, Mama! Kenapa jadi kayak gini? Gue benci sama Mamaaaa!” teriak Mala, marah pada dunia, tanpa sadar sebuah mobil melaju kencang ke arahnya.


*Ahhhhh!*


Namun, tak ada rasa sakit yang dirasakannya. Dia hanya mendapati tubuhnya tertahan, diselamatkan oleh seseorang.


“Kok gue nggak merasa sakit, ya?” batin Mala bingung, masih terkejut.


“Ehmmm...”


"Elo ngapain nolongin gue?” tanya Mala ketus, tatapannya dingin.


“Kenapa lo mau mati? Cepetan, ikut gue,” jawab Rakha tegas, wajahnya tanpa ekspresi.


“Gue nggak mau.”


"Mama lo kena serangan jantung," ujar Rakha, suaranya serius, menghentikan Mala seketika.

Post a Comment for "Di Jodohkan eps 6"