Di Jodohkan eps 49
Dua tahun telah berlalu. Kini, Mala dan teman-temannya telah duduk di bangku kelas XII, sementara suami-suami mereka sudah lulus satu tahun yang lalu dan kini fokus dengan dunia kerja masing-masing. Afan juga sudah mendapatkan donor mata, sehingga ia bisa melihat kembali.
Hari ini adalah hari Minggu, waktu libur bagi para pelajar. Rakha dan teman-temannya mengajak para istri mereka untuk menghadiri pernikahan rekan kerja mereka, Senja. Ya, pernikahan Senja, musuh rombongan Rakha pada waktu itu. Masih ingat kan?
Kejadian dua tahun lalu saat peledakan terjadi di gubuk tengah hutan itu telah mengubah segalanya...
**Flashback On**
"Mau ke mana lo?" tanya Rakha sambil memegang tangan Senja.
"Gue mau pergi, lah. Gue nggak mau mati konyol sama lo," jawab Senja sambil menepis lengan Rakha.
Rakha melirik waktu yang tertera di bom itu, yang semakin sedikit. "Gue mati, lo juga harus mati, Senja," tegasnya.
"Hahaha, sayangnya cuma lo yang mati hari ini," balas Senja sambil berlalu, namun sangat disayangkan, tubuhnya tertimpa reruntuhan gubuk itu.
Brukk!
"Aw!" rintih Senja.
Rakha kembali melirik waktu yang tertera di bom itu. "Sini, gue bantu!" ucapnya sambil mengangkat kayu-kayu yang menimpa tubuh musuhnya itu.
"Kenapa lo tolong gue?" tanya Senja, bingung.
"Lo nggak mau ditolong? Yaudah, gue tinggal, dan lo bakalan meledak di sini," ketus Rakha.
"Lo tahu?" Senja bertanya.
"Iya, gue tahu lo pasang bom di gubuk ini," jawab Rakha.
Deg!
"Ayo, nggak banyak waktu. Kita harus pergi dari sini!" Rakha membawa Senja lewat pintu belakang, karena mereka tidak memiliki waktu banyak.
Benar saja, saat mereka melarikan diri, ledakan besar terjadi. Senja menatap Rakha, "M-makasih!" ucapnya.
Rakha terkekeh mendengarnya. "Bisa berterima kasih juga lo?"
"Gue juga manusiawi, tahu tata cara berterima kasih."
"Baguslah, setidaknya gue nggak sia-sia bantuin lo," ujar Rakha.
"Sebenarnya, apasih mau lo, Senja? Lo udah hampir bunuh istri gue dan memisahkan kita. Sekarang lo juga mau bunuh sahabat gue?" tanya Rakha tegas.
"Lo masih dendam soal ayah lo itu? Lo harus dengar, Nja, ayah lo korupsi besar-besaran di perusahaan papa gue. Jadi, nggak salah kan kalau papa penjarain ayah lo?" sambung Rakha.
"Maaf," lirih Senja.
Rakha yang hendak pergi dari sana mengurungkan niatnya. "Maaf nggak cukup, Senja."
"Terus lo mau apa, Kha? Lo mau bunuh gue? Silakan, gue nggak marah. Tapi tolong maafin gue. Gue sadar perbuatan gue memang nggak baik," ujar Senja, penuh penyesalan.
"Gue mau lo jadi teman gue. Gimana, mau nggak?" Rakha menawarkan sambil menjulurkan tangannya.
"Teman?"
"Iya, teman. Gue mau lo jadi teman kita sekarang, dan nggak ada permusuhan lagi di antara kita. Hidup lah dengan damai," jelas Rakha.
Mendengar itu, Senja pun menitikkan air mata. "Gue mau jadi teman lo, Kha," ujarnya sambil menerima jabat tangan itu. Rakha menepuk pundak Senja sebelum berlalu dari sana.
"Gue cabut duluan, ya. Sampai ketemu lain kali, tapi di kafe, jangan di tengah hutan lagi," ujar Rakha.
Senja terkekeh. "Iya, bro. Kapan-kapan kita ngopi-ngopi sama yang lain."
**Flashback Off**
Post a Comment for "Di Jodohkan eps 49"