Di Jodohkan eps 5
"Ehh, mau ke mana? Bentar lagi teman-teman Mama datang, kok," ucap Lina, mama Mala, menghentikan langkah anaknya yang sudah terlihat bosan.
Devi, Vio, dan Haura sudah tahu bahwa mereka akan dijodohkan. Mereka bertiga terpaksa menerima perjodohan ini meski dengan berat hati, tapi mereka yakin bahwa Mala pasti akan memberontak. Dia bukan tipe yang bisa dengan mudah menerima keputusan seperti ini.
"Nah, itu mereka sudah sampai," ujar Mama Vio sambil melirik ke pintu.
"Eh, maaf ya, Jeng. Kita telat sedikit, susah banget ngebujuk anak bujang nih, hehe," kata Gita, ibu Eby, sambil tertawa kecil.
"Ya sudah, langsung saja kita mulai. Anak saya sudah mulai mau memberontak, tampilannya udah kayak gembel," kata Lina, menunjuk ke arah Mala yang duduk santai sambil main ponsel, tak peduli dengan sekelilingnya.
"E...Lo?" ucap Devi, Vio, Rakha, Afan, Eby, dan Zayyan bersamaan, terkejut melihat situasi. Sementara Mala hanya asyik dengan ponselnya, dan Haura diam memperhatikan.
"Jadi, kalian sudah saling kenal?" tanya Salma, Mama Afan, dengan senyum tipis.
"Iya, Mah. Ini dua anak yang bandel banget. Kena hukuman terus selama sekolah, nggak pernah datang tepat waktu, selalu telat," ujar Afan, tampak mulai kesal.
"Bagus, berarti nanti kamu bisa didik calon istrimu ini biar jadi anak disiplin," balas Salma santai, membuat suasana semakin tegang.
"WHAT? Calon istri?" kata mereka semua serentak.
"Iya, Devi. Kamu sama Afan sudah dijodohkan dari kecil," lanjut Salma dengan tenang.
"Enggak!" seru Devi dan Afan kompak, tidak terima.
"Wah, jodoh nih!" ucap Zayyan dengan nada menggoda.
"Nah, Zayyan, kamu juga sudah dijodohkan sama Haura," lanjut Gita, sambil tersenyum.
"APA?" seru mereka berdua serempak, tak kalah kaget.
"Vio dan Eby, kalian berdua juga sudah dijodohkan," ucap Lina, sebelum mereka sempat protes, Mama Eby langsung memotong.
"Tidak ada penolakan! Harus mau, SEMUA!" tegas Gita, matanya menyapu ruangan.
"Jadi, kalian sudah tahu kan, siapa yang tersisa? Dan mereka juga akan dijodohkan," tambah Lina, melirik ke arah Rakha dan Mala.
Rakha, yang sempat terdiam, terkejut mendengar pernyataan itu. "Jadi jodoh gue dia?" batinnya. "Apa gue bisa hidup sama dia? Tomboy banget anaknya."
"Ehh, Kha, kok lo bengong? Gak ada kata-kata, gitu?" tanya Afan sambil menepuk bahunya.
"Mala... La..." panggil Haura, mencoba menyadarkan temannya, tapi Mala tetap fokus pada ponselnya.
"MALAAAAAAA!" teriak Devi, membuat semua orang terkejut.
"Fan, calon istri lo tuh mulutnya kayak toa," bisik Eby ke Afan, menahan tawa.
"Apa sih, Dev? Biasa aja manggilnya. Gue gak budek," sahut Mala, akhirnya sadar semua orang melihat ke arahnya. Dia menatap mereka dengan bingung.
"Kenapa liat-liat gue gitu? Gue cantik, ya? Iya lah, jelas gue cantik. Basmala gitu, loh," tambah Mala, penuh percaya diri.
"LO DIJODOHIN SAMA KETOS SMA KITA!" seru Devi, membuyarkan suasana.
*Deg!* Mala terdiam, detak jantungnya berdentum keras.
Post a Comment for "Di Jodohkan eps 5"