Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Di Jodohkan eps 50

 "Selamat, bro! Sekarang lu udah jadi suami orang!" ucap Rakha penuh semangat.


"Makasih, bro. Udah nyempetin waktu buat datang ke acara kita," balas Senja dengan senyum lebar.


"Gak masalah, lo kan teman kita juga," sahut Afan.


"Selamat ya, Sela! Lo udah sah jadi istri Senja. Semoga keluarga kalian samawa!" ujar Mala dengan tulus.


"Makasih, Mal. Udah datang," jawab Sela, istri Senja, dengan ramah.


Setelah acara jabat tangan selesai, rombongan Rakha mulai menikmati hidangan yang tersedia. "Sayang, kamu mau minum apa? Biar aku ambilin," tanya Rakha kepada Mala.


"Boleh deh, jus jeruk!" jawab Mala.


"Acaranya meriah banget, jadi pengen nikah lagi deh," gumam Mala.


"Ehmm!" Rakha langsung mendengus mendengar ucapan istrinya itu.


"Mau nikah lagi nih? Jadi kamu mau poligami'in aku?" ucap Rakha dengan nada menggoda. Mala hanya memutar bola matanya malas.


Di sisi lain, Afan kewalahan karena ulah Devi, yang ingin mencicipi setiap makanan yang ada di sana. 


"Beb, sudah ya. Aku capek. Lagian, kamu nggak takut gendut apa?" tanya Afan, sedikit khawatir.


Devi menatap tajam ke arah suaminya. "Kenapa kalau aku gendut? Kamu nggak cinta lagi sama aku? Atau kamu mau cari istri baru? Iya, gitu?" tanya Devi bertubi-tubi, membuat Afan terdiam.


"Bukan gitu, Beb," lirih Afan, mencoba menjelaskan.


"Tau ah, aku ngambek!" Setelah mengatakan itu, Devi pergi dari hadapan suaminya.


"Huff, ngambek lagi," gumam Afan, sedikit frustasi.


Devi menghentikan langkahnya dan berbalik melihat suaminya yang duduk santai menikmati makanan. "Ck! Dasar cowok nggak peka," gumamnya.


Devi melirik sekeliling untuk mencari keberadaan sahabat-sahabatnya. Matanya terhenti pada meja pojok, di mana terdapat sepasang suami istri romantis yang sedang suap-suapan. Siapa lagi kalau bukan Rakha dan Mala.


"Sayang, suapin!" pinta Rakha dengan ceria.


"Dasar manja, buka mulutnya," balas Mala sambil tersenyum.


"Aaaaa!" Rakha membuka mulutnya lebar-lebar.


"Mala!" panggil Devi, suaranya penuh harap.


Mala yang dipanggil menoleh ke sumber suara dan meletakkan sendok berisi nasi yang masih di tangannya. Rakha yang sedari tadi menunggu suapan dari istrinya kini memanyunkan bibirnya, kecewa karena Mala tak jadi menyuapinya.


"Ck! Ganggu aja!" gumam Rakha, masih bisa didengar Mala.


"Ih, nggak boleh gitu. Dia sahabat aku," balas Mala dengan manja.


Mendengar suara isakan, mereka berdua langsung menoleh. "Lo kenapa, Dev? Kok nangis?" tanya Mala, khawatir.


"Afan jahat... hiks..." isak Devi, terisak dalam pelukan Mala.


"Afan, afan! Ngapain lo? Coba lo tenang dulu dan cerita sama gue!" ucap Mala sambil memeluk Devi, memberinya ketenangan.


"Afan ngatain gue gendut terus dia mau nikah lagi nanti," jawab Devi, suara penuh sedih. Mata Rakha dan Mala melotot mendengar penuturan itu.


Mala menatap tajam ke arah suaminya. "Gawat nih, pasti gue juga yang kena!" batin Rakha dalam hati.


"Kenap—"


"Cari Afan, bawa ke sini!" tegas Mala, suaranya tegas dan tidak bisa ditolak.


Rakha meneguk saliva kasar, tahu betul bahwa saat istrinya sudah dalam mode singa betina seperti ini, ia tak bisa berbuat apa-apa. "I-Iya, sayang," jawab Rakha terbata-bata, berusaha untuk tidak menunjukkan ketakutannya.

Post a Comment for "Di Jodohkan eps 50"