Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Di Jodohkan eps 52

 "Gimana, Fan, keadaan Devi?" tanya Mala, terlihat khawatir.


"Dokternya belum keluar, Mal," jawab Afan, wajahnya penuh ketegangan.


Tidak lama setelah itu, pintu ruangan yang tertutup rapat itu terbuka, menampilkan seorang wanita paruh baya berpakaian serba putih.


Ceklek!


"Gimana, Dok, keadaan istri saya? Dia baik-baik saja, kan, Dok? Gak ada penyakit serius, kan?" tanya Afan bertubi-tubi, suaranya penuh harap.


"Sabar dong, Fan. Tanyanya satu-satu. Kayak kesurupan aja lo," ujar Zayyan, mencoba menenangkan.


"Gimana mau sabar, coba? Istri gue lagi di dalam, dan gue gak tahu keadaannya!" balas Afan, gelisah.


"Tenang, gak ada penyakit serius di tubuh istrinya, tapi..." dokter itu menggantungkan ucapannya.


"Tapi apa, Dok? Jangan bikin penasaran!" cerocos Afan.


"Tapi, jaga dia dengan baik ya. Soalnya untuk hamil muda seperti ini rentan keguguran," ujar dokter itu, membuat semua melongo mendengarnya.


"Hamil?"


"Iya, Nak. Devi hamil dan usia kandungannya baru memasuki minggu ketiga. Jadi tolong jaga baik-baik ya," tutur dokter itu dengan tegas.


"Pasti, Dok. Makasih, Dok. Apa boleh saya masuk sekarang?" tanya Afan, harap-harap cemas.


"Iya, silakan. Saya permisi." Setelah mengatakan itu, dokter itu melenggang pergi dari sana.


Ceklek!


Grep!


"Beb, sebentar lagi kita bakalan jadi orang tua!" ucap Afan sambil memeluk tubuh istrinya, namun tak ada respon dari Devi.


"Hiks... Aku gak mau hamil, Fan. Hiks..." suara Devi terisak.


"Kamu ngomong apa sih? Gak boleh gitu!" Afan terkejut.


"Aku gak mau, Fan. Aku masih mau sekolah. Gimana kalo semua orang tahu aku hamil? Pasti aku dibully!" jawab Devi, panik.


Degh. Benar juga apa yang dikatakan Devi. Dia masih sekolah, pikir Afan.


"Atau kita gugurin aja janin ini, ya, Fan?" ujar Devi lagi, suaranya penuh ketegangan.


"Jangan!" Afan menolak tegas.


"Kenapa jangan? Kamu mah enak, gak hamil. Jadi enak kamu jalan-jalan. Jangan-jangan nanti pas aku gendut, kamu selingkuhin aku lagi!" ketus Devi, marah.


"Iya, enggak git—"


"Assalamualaikum, maaf mengganggu!" sapa teman-teman mereka.


"Lah, kenapa Devi nangis?" tanya Mala, terkejut melihat sahabatnya.


"Hiks... Malaaaa!" Devi memeluk tubuh sahabatnya itu, meminta ketenangan.


"Lo kenapa nangis, Dev? Gak baik lo buat kandungan lo," tanya Mala, bingung.


"Aku gak mau hamil, lah! Nanti semua orang tahu gimana," jawab Devi yang masih terisak.


"Oh, itu masalahnya. Kita kan tinggal dua minggu lagi sekolah, setelah itu kita lulus. Jadi aman, gak ada yang bakal tahu saat perut lo udah membesar," ujar Mala, berusaha menenangkan.


"Iya juga ya, kenapa gue gak kepikiran dari tadi," ucap Afan, merasa bodoh.


"Tapi kan, lah, kalo aku gemukkan, Afan pasti selingkuhin aku," Devi masih meragu.


"Lo tenang aja, Dev. Kalo Afan selingkuh, Haura, Vio, dan gue sendiri yang akan turun tangan buat gorok dia," ujar Mala, berhasil membuat Afan merinding.


"Istri lo ganas banget, Kha," bisik Afan kepada Rakha, khawatir.

Post a Comment for "Di Jodohkan eps 52"