Di Jodohkan eps 55
Malam ini, Mala disibukkan oleh pekerjaan rumahnya. Sejak pulang sekolah, ia telah bergelut dengan alat dapur karena pembantu di rumahnya cuti pulang kampung selama satu minggu untuk menghadiri pernikahan anaknya.
"Ah, capek banget!" Ujar Mala sambil merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu, memejamkan mata sejenak.
Dritttt... dritttt...
Bunyi ponsel Mala yang nyaring membuatnya kembali membuka mata.
"Rakha!"
📲
"Hallo, kenapa, Kha?" tanyanya.
"Hallo sayang, kamu jangan tungguin aku ya. Soalnya malam ini aku lembur," jawab Rakha di seberang sana.
"Ck! Kok mendadak sih, Kha? Aku udah capek-capek masak buat kita makan malam sama-sama," ujar Mala dengan nada tidak bersahabat.
"Maaf sayang, so—"
Tutt...
Belum sempat Rakha menyudahi ucapannya, telepon sudah diputus oleh istrinya secara sepihak.
"Ngeselin banget sih Rakha, tau istri capek-capek masak, eh dia malah gak pulang."
"Tau ah, kesel, kesel!" Pekik Mala.
Di sisi lain, Devi tidak dapat tidur meski sudah pukul 10 malam.
"Beb, kamu kenapa?" tanya Afan, melihat istrinya yang tampak tidak nyaman.
"Mala!"
"Hah, Mala? Kenapa Mala?" ujar Afan, bingung.
"Aku mau tidur sama Mala, Fan!" jawab Devi, membuat mata Afan membulat.
"Kamu yang bener aja, Beb! Ini udah malam, lo pasti Mala sama Rakha udah istirahat," kata Afan.
"Gak mau tahu, pokoknya aku mau tidur sama Mala!" tegas Devi.
"Gak sayang, udah malam. Lagian besok kamu ujian, harus bangun awal. Tidur ya," bujuk Afan.
"Enggak, aku mau tidur sama Mala. Lagian kamu mau anak kamu ileran, ya? Kata orang-orang, kalau permintaan anak gak diturutin, nanti pas lahir, dede bayinya ileran. Kamu mau anak kamu ileran, hah?" Ujar Devi, berhasil membuat Afan bungkam.
"Ih, gak mau lah, masa anak seorang Afan yang ganteng ini ileran. Gak banget."
"Udah, ayo antar aku ke rumah Mala. Kalo gak mau, ya udah, anaknya ileran, tanggung sendiri!" ketus Devi.
"Yaudah, ayo. Aku gak mau anak aku ileran." Ujar Afan, akhirnya menyerah.
Post a Comment for "Di Jodohkan eps 55"