Di Jodohkan eps 64
"Gimana keadaan anak saya, Dok?" tanya Lina kepada dokter yang memeriksa Mala.
"Alhamdulillah, keadaannya baik-baik saja. Tolong jaga putrinya, karena hamil muda seperti ini memang rentan keguguran. Jadi, tolong jaga jangan sampai Mala terlalu stres," ujar sang dokter.
"Hamil?"
"Jadi, kalian belum tahu kalau Mala hamil?" tanya dokter, yang kebetulan merupakan dokter langganan keluarga Mala.
Semua yang berada di kamar Mala menggelengkan kepala, kecuali Devi. "Kemarin, Mala dan temannya periksa kandungan ke rumah sakit. Setelah saya periksa, ternyata Mala positif hamil dan kehamilannya memasuki minggu kedua," jelas dokter.
"Alhamdulillah!" seru semuanya mengucap syukur.
"Kalo gitu, saya permisi mau kembali ke rumah sakit, Lin," ujar dokter Ririn.
"Iya, makasih, Rin," jawab Lina.
"Maaf," lirih Devi saat dokter Ririn telah pergi.
"Jadi, kamu sudah tahu, Devi?" tanya Lina, mamanya Mala.
"Iya, Tan. Mala pengen Rakha yang tahu lebih dulu, baru dia kasih tahu semuanya. Tapi... hiks... takdir berkehendak lain," ujar Devi dengan isak tangisan.
Lina duduk di tepi ranjang putrinya. "Malang sekali nasib kamu, nak..." lirih Lina.
Tes...
Satu butiran bening meluncur mengenai wajah Mala, perlahan Mala mengerjapkan matanya.
"RAKHA...!" pekiknya.
"Nak, kamu sudah sadar, gim—"
"Rakha, Ma! Rakha mana? Udah balik, kan? Mala tadi mimpi buruk, Ma! Di mimpi... Rak—" ucapan Mala terhenti kala sang mama membawanya ke dalam dekapannya.
"Kita berdoa, ya, semoga Rakha baik-baik saja dan bisa segera ditemukan," gumam Lina.
Mala mendongak menatap wajah Lina. "J-jadi t-tadi bukan mimpi, Ma?" tanya Mala dengan terbata-bata.
Dada Mala terasa sesak saat mamanya menggelengkan kepala, tanda bahwa ia tak lagi mimpi; hal itu benar-benar terjadi.
"Rakha jahat, Ma! Tadi malam dia bilang pas pulang mau ajak Mala jalan-jalan. Hiks... tapi dia tinggalkan Mala! Hiks..." gungam Mala yang berada di pelukan Lina.
Sahabat-sahabat Mala ikut sedih melihat Mala terisak di pelukan Lina. Devi, yang mendengar sendiri pembicaraan Mala dan Rakha tadi malam, pun ikut meneteskan air matanya.
"Dev, jangan terlalu sedih. Ingat, lo lagi hamil," ujar Haura mengingatkan Devi, walaupun ia juga sedang menangis.
Ya, tadi pagi, Mala mendapat telepon dari Dodi bahwa mereka mengalami kecelakaan. Namun lebih menyakitkan lagi saat Dodi menyatakan bahwa Rakha hanyut di sungai yang terkenal banyak buayanya.
Driitttt...
Dering handphone Lina terus berbunyi, tertera nama suaminya di layar benda pipi tersebut.
"Hallo, Mas. Gimana? Ada perkembangan?" tanya Lina.
"Belum ada, Lin. Polisi berasumsi bahwa kecelakaan yang dialami Rakha ini ada yang disengaja," ujar Ali di seberang sana.
"Disengaja?"
"Iya. Setelah diselidiki, ternyata rem mobil yang dipakai Rakha dan Dodi dibuat blong, dan ada beberapa warga yang melihat ada seseorang yang dibuang ke sungai. Kemungkinan besar itu Rakha," jelas Ali.
Pletar!
Handphone yang berada di genggaman Lina tiba-tiba terjatuh saat mendengar penuturan dari sang suami di seberang sana. Mala, yang awalnya tertidur, pun terbangun mendengar suara benda jatuh itu.
"Tante, kenapa?" tanya Vio.
"Iya, Tan. Kenapa? Siapa yang nelpon kok tante nangis?" tanya Haura.
Mala bangkit dan mengambil handphone yang tergeletak di lantai itu. Saat benda pipi itu ia dekatkan di daun telinganya, betapa terkejutnya ia saat mendengar penjelasan-penjelasan dari ayahnya di seberang sana.
BRUK!
"MALA...!" pekik mereka.
Post a Comment for "Di Jodohkan eps 64"