Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gadis Desa milik Afan Eps. 9



Skip, kini mereka sudah sampai di depan kontrakan Devi. Di sekitar kontrakan, ramai orang berkumpul. Devi turun dari motor Afan. Semua mata tertuju ke arah mereka bertiga, Afan, Devi, dan Reza.

"Kok semua orang pada ngeliatin gue, Afan, dan Reza ya?" batin Devi.
"Dev, lu kenapa?" tanya Reza.
"Hah, ee, gue nggak apa-apa kok," jawab Devi cepat. "Thanks ya, kalian udah nganterin gue pulang," lanjutnya dengan senyum tipis.
"Yoi, Dev," sahut Reza.
"Yaudah, kami balik dulu ya," ucap Afan.
Devi mengangguk pelan. Afan dan Reza pun pergi meninggalkan Devi. Devi melangkahkan kakinya masuk ke dalam kontrakan. Di sana, ia mendengar bisikan warga sekitar.
"Cwe kok keluar malem-malem."
"Mana pulangnya diantar cowo lagi."
"Cowo-nya CEO lagi."
Begitulah ucapan warga yang tajam. Devi hanya menghiraukan mereka dan terus melangkah masuk ke dalam kontrakan.
Kini Devi sedang duduk di sebuah kursi. Ia memandang foto ayah dan ibunya dengan tatapan rindu.
"Ma, Pa, Devi kangen banget. Ntah kapan Devi bisa balik kampung," ucap Devi lirih.
Lalu Devi menarik selimut dan berusaha tidur, meskipun hatinya masih gelisah.
Skip, keesokan harinya pun tiba. Devi berjalan menuju sekolah dengan langkah pelan. Sesampainya di sekolah, ia berjalan menuju kelas.
"Devi!" panggil Rara yang datang menghampiri Devi dengan semangat.
"Eh, kenapa, Ra?" tanya Devi.
"Ntar jam 15:00 abang gue mau ketemuan sama lo di kafe," ucap Rara.
"Loh, mau ngapain?" tanya Devi bingung.
"Gak tau, tapi udah lah, lo dateng aja nanti jam 15:00 sore, jangan lupa," ucap Rara tegas.
"Hmm, oke deh," jawab Devi, meski masih bingung.
"Yaudah, yuk ke kelas," ajak Rara sambil menggandeng tangan Devi.
"Eh, abang lo minta gue dateng di kafe yang mana?" tanya Devi penasaran.
"Kafe *****, lo tau kan?" jawab Rara.
"Tau kok," sahut Devi.
"Oh, bagus deh," ucap Rara sambil tersenyum.

Post a Comment for "Gadis Desa milik Afan Eps. 9"